Di
Susun Oleh
Kelompok 5 (XI-IA6) :
·
Caya
Riyani
·
David
Suwaskito
·
Eka
Puspita Sari
·
Evit
Ramadhani
·
Mery
Esterlita Hutapea
·
Varah
. H . Muaja
·
TAHUN AJARAN
2013-2014
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur
kita panjatkan kehadirat TUHAN YME karena berkat limpahan rahmat-Nya maka kami
bias menyelesaikan sebuah makalah denagn tepat waktu. Makalah ini sebagai
salah satu tugas mata pelajaran praktek BIOLOGI. Kami menyadari, bahwa
pembuataan makalah ini masih kurang dari kata sempurna dan tidak lepas dari
kekurangan atau kelemahan.
Dari segi isi, data,
maupun analisisnya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun
sangat kami harapkan sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan dalam penulisan
makalah selanjutnya. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan atau
dorongan dari Guru mata pelajaran
biologi.
Akhirnya kami berharap
makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca dan dapat menambah wawasan tentang
anatomi tubuh hewan yang tak lepas dari biologi sebagai mata pelajaran ilmu
pengetahuan.
DAFTAR ISI
Bab I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Tujuan
diadakan praktikum biologi adalah untuk mengetahui letak-letak organ pada tubuh
hewan yang akang d bedah atau di analisi dan juga untuk menambah wawasan kita
tentang organ tubuh dalam hewan tersebut.
Kita
melakukan praktikum ini adalah untuk melihat dengan pasti bentuk dan posiai
organ hewan. Posisi organ dalam tubuh disesuaikan dengan fungsinyasebagai
pembentuk system organ tertentu.
B. Dasar Teori
Mamalia
(mammalia = hewan menyusui), suatu kelas Vertebrata dengan ciri tubuhnya
tertutup oleh rambut dan adanya kelenjar susu pada betina. Adapun ciri lain
dari kelas mamalia yakni umumnya hidup di daratan, tetapi ada pula yang hidup
di air seperti ikan paus, lumba-luma, berdarah panas, pada kulit terdapat
kelenjar keringat dan kelenjar minyak, otak berkembang dengan baik, fertilisasi
internal, bernafas dengan paru-paru, terdapat 4 ruang jantung yang sempurna
dengan dua bilik dan dua serambi.
Berdasarkan
ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia
monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta. Mamalia monotrema adalah
hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang
jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu
platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya
dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar
akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang. Mamalia
marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini
melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya.
Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya.
Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah
memiliki rambut di seluruh tubuhnya. Selain itu betinanya memiliki kelenjar
susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya: Kelinci. Kelinci
mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh
bulu yang tebal. Ciri-ciri kelinci baik anatomi dan morfologi lebih lanjut akan
kita bahas dalam pembahasan kali ini.
C. Tujuan
Mampu
mengenal, mengetahui, dan menyebutkan organ-organ penyusun system organ
pencernaan, respirasi, ekskresi, regulasi dan reproduksi melalui pengamatan
praktikum pada kelinci.
D. Rumusan Masalah
1.
Mengetahui letak organ-organ
dalam hewan ?
2.
Mengetahui organ-organ penyusun ?
Bab II
Isi
Laporan
A. Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Sabtu,14 Juni 2014
Tempat : SMA N 4 JAYAPURA
Waktu :
B. Alat-alat
·
Bak preparat/sterofoam
·
Dissecting set
·
Jarum pentul
·
Masker
·
Sarung tangan plastic
·
Baju lab
C. Bahan
Kelinci (cavia porcellus)
D. Cara Kerja
1. Objek
dilumpuhkan terlebih dahulu dengan alcohol/eter
2. Sebelum
melakukan pembedahan rambut pada bagian
permukaan ventral tubuh kelinci harus
dibasahi dahulu dengan alcohol
3. Dilakukan
pembedahan yang dimulai bagian ventral posterior didepan penis atau klitoris
menuju anterior mengikuti garis medio ventral badan sampe ujung mandibular
(mulut).
4. Kulit
dibuka ke samping kanan dan kiri agar
terlihat otot-otot bagian abdomen toraks.potonglah kulit dengan gunting,
dimulai dari daerah anterior penis atau klitoris sampe ke ujunganterior rahang
bawah, sepanjang garis median. Kemudian kulit dibuka ke sampingsampe terlihat
otot-otot abdomen dan toraks. Dalam melakukan pembedahan hendaknya jangan sampe
melukai pembuluh-pembuluh darah, karena pendarahan akan sangat mengganggu
pengamatan.
5. Untuk
membuka daerah abdomen,potong otot-otot perut dari posterior ke anterior.
Sepanjang garis median sampai sifisternum, pemotongan dilanjutkan kesamping,
sepanjang diafragma. Kuaklah otot-otot abdomen sehingga organ-organ didalam
ronggaabdomen tampak jelas.
6. Sekarang
lakukanlah pembedahan bagian toraks.
Potonglah rusuk-rusuk disebelah kiridan kanan sternum, kemudian pemotongan
dilanjutkan kearah lateral. Bada bagian anterior diguntingsampai daerah ketiak,
sedangkan pada bagian posterior
digunting menyusuri diafragma.
E.
Hasil
Pengamatan
Adapun kalsifikasinya sebagai berikut:
·
Jenis kelamin : jantan
·
Kingdom
: Animalia
·
Filum
: Chordata
·
Subfilum
: Vertebrata
·
Class
: Mammalia
·
Ordo
: Rodentia
·
Famili
: Cavidae
·
Genus
: Cavia
·
Spesies
: Cavia Porcellus
1. Ada
berapa system organ yang dapat diamati pada praktikum ini ?
·
Ada 4 yaitu ekskresi, regulasi,
pencernaan dan reproduksi
2. Apakah
system organ satu dengan system organ lainyasaling berhubungan?, sebutkan
contohnya?
·
Ya, contohnya pada otgan reproduksidan
ekskresi yaitu alat kelamindan ginjal. Ginjal terhubung kea lat kelamin melalui
urete, jadi alat kelamin ini berfungsi untuk mengeluarkan urine dan juga keluarnya
sel soerma (misal)
3. Kerusakan
pada satu organ akan merusak system organ yang
lain saling berkaitan? Jelaskan pernyataan tersebut dengan contoh?
·
Contohnya jika salah satu organ ekskresi
tusak misalnya pada kerusakan di ginjal
maka urine yang akan dihasilkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah
urine yang normal.
F.
Pembahasan
kami melakukan
pembedahan dan kami mengamati anatomi dalam dimulai dari system pernafasan
Paru-paru berada dalam rongga dada, yang dapat dibesarkan atau disempitkan, sehingga
udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru masih mengalami
percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang terkecil tidak lagi
diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung yang buntu disebut
alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru, sehingga memperbesar
kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernafasan oleh kapiler-kapiler pada
dinding alveolus.
Urutan jalannya
pernafasan pada kelinci adalah :
1. Nares
eksterna (Lubang hidung luar)
2. Cavum nasalis
(rongga hidung)
3. Nares
internal (lubang hidung dalam)
4. Pharink
(tekak)
5. Larynk
(jakun)
6. Trachea
(tenggorok)
7. Bronchus
(cabang dari trachea)
8.
Bronchiolus (cabang dari brochus)
9. Alveolus
(kantong udara)
Selanjutnya kami
mengamati system peredaran darah pada kelinci, sistem peredaran darahnya
memiliki 3 komponen, yaitu berupa jantung, pembuluh dan darah. Karakteristik
yang paling menonjol pada kelinci adalah percabangan lengkung aorta menjadi
arteri innominator dan arteri subklavia kiri. Arteri innominator juga bercabang
menjadi 3, yaitu arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan, dan arteri
karotis kiri. Rongga jantung pada kelinci terpisah secara sempurna oleh sekat
membujur, menjadi rongga jantung kiri dan kanan. Rongga jantung kiri mengandung
darah yang kaya dengan oksigen yaitu oksigen dari darah arteri. Rongga jantung
yang berisi darah yang mengadung karbondioksida adalah vena. Masing-masing
rongga tadi tersekat lagi menjadi serambi jantung dan bilik jantung yang saling
berhubungan dengan katub atau kleb. Sistem peredaran darah pada kelinci
merupakan sistem peredaran darah tertutup.
Pembuluh darah dibagi atas :
1. Pembuluh nadi
2. Pembuluh balik
3. Pembuluh kapiler
4. pembuluh limpa
selanjutnya kami mengamati system
pencernannya makanan pada kelinci terdiri dari saluran-saluran pencernaan dan
kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, pharynk,
esophagus, ventriculus, intestinum dan berakhir di anus. Rongga mulut pada
kelinci dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang
berupa langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan
langit-langit lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam
alveolus (lubang dalam rahang). Gigi pada kelinci berfungsi untuk memotong atau
mengerat makanan dan terdapat 24 buah gigi terdiri dari insisiis, premolar dan
molare. Pharynk berfungsi untuk rongga dibelakang mulut yang merupakan
persimpangan jalan makanan dari jalan respirasi. Oesophagus merupakan pipa
musculus yang sempit yang menembus diafragma masuk ke dalam abdomen.
Ventriculus merupakan kantong sebagai lanjutan dari oesophagus yang dapat
dibedakan atas cardia, pylorus yang bersambung dengan deodenum dan fundus.
Selain itu terdapat juga kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah,
menghasilkan saliva yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Kelenjar empedu
dikeluarkan oleh hati, pankreas menghasilkan hormon insulin dan kelenjar
pencernaan.
Lidah mempunyai papila perasa.
Terdapat 4 pasang kelenjar ludah, yaitu parotid, infraorbital, submaxilari dan
sublingual. Terdapat kandung empedu dengan saluran getah pankreas yang bermuara
kedalam duodenum. Sekum (caecum) bedar berdinding tipis, panjangnya kira-kira
50 cm dengan apendiks fermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari.
dan organ ekskresi yang kami
amati pada kelinci yaitu berupa sepasang ginjal (unipapila) yang terletak
didaerah lumbalis sebelah atas peritonium. Cairan urin akan keluar dari masing-masing
ginjal ke bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesika
urinaria yang berkontraksi sehingga urin akan keluar melalui pembuluh uretra.
Urin pada kelinci juga banyak mengandung kalsium karena pengaruh makanannya dan
dapat berubah warnanya yang dipengaruhi oleh makanannya.
Dan Fertilisasi pada kelinci
terjadi secara internal. Testis terkandung dalam saku krotal.perkembangan
embrio terjadi di dalam uterus. Plasenta kelinci terbentuk dari persatuan
antara korion dan allantois. Lama kandungan (gestasi) 30 hari. Mungkin sampai
ada 10 buah yang terjadi simultan.
Bab
III
Penutup
A. Kesimpulan
Dapat kami simpulkan dari hasil praktikum dan pembahasan diatas ialah :
Kelinci secara morfologi seluruh tubuhnya ditutupi
oleh rambut, rambut merupakan salah satu ciri karakteristik dari kelas mamalia.
Kelinci terdiri dari kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus), anggota
badan (extrimifas) dan ekor (cauda). Telinga luar (pina auricula) yang panjang.
Kaki belakang pada kelinci ini jauh lebih panjang daripada kaki depan. Kaki
belakang yang panjang dan kuat digunakan untuk melompat. Dan pada bagian
belakang terdapat ekor, ekor pada kelinci pendek. Anus terdapat di bawah ekor
dan lubang urogenital terdapat di sebelah anterior anus. Dan struktur anatomi
pada kelinci terdiri atas organ trachea, jantung, paru-paru, hati, empedu,
limfe, lambung, ginjal, usus besar, kloaka dan organ reproduksi.
Secara morfologi pada Kelinci ( Cavia porcellus )
terdiri atas :
a. Caput
b. Cervix
c. Trunchus
d. Extrimifas
Dan secara anatomi dalam Kelinci ( Cavia porcellus )
terdapat :
a. Trachea
b. Esophagus
c. Paru-paru
d. Empedu
e. Lambung
f. Pancreas
g. Hepar
h. Vesica urinaria
i. Oviduk
B. Kritik Dan Saran
Praktikum fisika dasar tentang
pembedahan hewan ini menyenangkan dan menambah pengetahuan bagi
kita akan tetapi dengan keterbatasan bahan yaitu kelinci membuat anggota kelompok yang begitu banyak dan
membuat kami sumpek atau ribet dalam melakukan praktikum. Dan juga pada
praktikum ini menggunakan waktu yang efisien
C. Daftar Pustaka
·
Djarubito Brotowidjoyo,Mukayat.1994.Zoologi
Dasar.Jakarta:Erlangga
·
W.Kimball,john.1983.Biologi jilid
3.Jakarta:Erlangga.
·
Anonim.Kelinci.www.wikipedia.org.9 Mei 2010
·
Manson.2000.Kelinci.www.theo766hi.wordpress.com.9
Mei 2010.