Sabtu, 24 Oktober 2015

laporan biologi_bedah kelinci SMAN 4 JAYAPURA

PEMBEDAHAN


Di Susun Oleh
Kelompok 5 (XI-IA6) :

·         Caya Riyani
·         David Suwaskito
·         Eka Puspita Sari
·         Evit Ramadhani
·         Mery Esterlita Hutapea
·         Varah . H . Muaja
·          

TAHUN AJARAN
2013-2014







KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat TUHAN YME karena berkat limpahan rahmat-Nya maka kami bias menyelesaikan sebuah makalah denagn tepat waktu. Makalah ini sebagai salah satu tugas mata pelajaran praktek BIOLOGI. Kami menyadari, bahwa pembuataan makalah ini masih kurang dari kata sempurna dan tidak lepas dari kekurangan atau kelemahan.
Dari segi isi, data, maupun analisisnya. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan sebagai bahan pertimbangan dan perbaikan dalam penulisan makalah selanjutnya. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan atau dorongan dari Guru mata pelajaran  biologi.
Akhirnya kami berharap makalah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca dan dapat menambah wawasan tentang anatomi tubuh hewan yang tak lepas dari biologi sebagai mata pelajaran ilmu pengetahuan.






DAFTAR ISI
























Bab I
Pendahuluan

A.  Latar Belakang
            Tujuan diadakan praktikum biologi adalah untuk mengetahui letak-letak organ pada tubuh hewan yang akang d bedah atau di analisi dan juga untuk menambah wawasan kita tentang organ tubuh dalam hewan tersebut.
            Kita melakukan praktikum ini adalah untuk melihat dengan pasti bentuk dan posiai organ hewan. Posisi organ dalam tubuh disesuaikan dengan fungsinyasebagai pembentuk system organ tertentu.

B.  Dasar Teori
Mamalia (mammalia = hewan menyusui), suatu kelas Vertebrata dengan ciri tubuhnya tertutup oleh rambut dan adanya kelenjar susu pada betina. Adapun ciri lain dari kelas mamalia yakni umumnya hidup di daratan, tetapi ada pula yang hidup di air seperti ikan paus, lumba-luma, berdarah panas, pada kulit terdapat kelenjar keringat dan kelenjar minyak, otak berkembang dengan baik, fertilisasi internal, bernafas dengan paru-paru, terdapat 4 ruang jantung yang sempurna dengan dua bilik dan dua serambi.
Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta. Mamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang. Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum. Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya. Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya: Kelinci. Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Ciri-ciri kelinci baik anatomi dan morfologi lebih lanjut akan kita bahas dalam pembahasan kali ini.


C.  Tujuan
Mampu mengenal, mengetahui, dan menyebutkan organ-organ penyusun system organ pencernaan, respirasi, ekskresi, regulasi dan reproduksi melalui pengamatan praktikum pada kelinci.

D.  Rumusan Masalah
1.      Mengetahui letak organ-organ dalam  hewan ?
2.      Mengetahui organ-organ penyusun ?


Bab II
Isi Laporan
A.  Pelaksanaan
Hari/Tanggal   : Sabtu,14 Juni 2014
Tempat            : SMA N 4 JAYAPURA
Waktu             :

B.  Alat-alat
·         Bak preparat/sterofoam
·         Dissecting set
·         Jarum pentul
·         Masker
·         Sarung tangan plastic
·         Baju lab

C.  Bahan
Kelinci (cavia porcellus)


D.  Cara Kerja
1.      Objek dilumpuhkan terlebih dahulu dengan alcohol/eter
2.      Sebelum melakukan  pembedahan rambut pada bagian permukaan  ventral tubuh kelinci harus dibasahi dahulu dengan alcohol
3.      Dilakukan pembedahan yang dimulai bagian ventral posterior didepan penis atau klitoris menuju anterior mengikuti garis medio ventral badan sampe ujung mandibular (mulut).
4.      Kulit dibuka ke samping kanan  dan kiri agar terlihat otot-otot bagian abdomen toraks.potonglah kulit dengan gunting, dimulai dari daerah anterior penis atau klitoris sampe ke ujunganterior rahang bawah, sepanjang garis median. Kemudian kulit dibuka ke sampingsampe terlihat otot-otot abdomen dan toraks. Dalam melakukan pembedahan hendaknya jangan sampe melukai pembuluh-pembuluh darah, karena pendarahan akan sangat mengganggu pengamatan.
5.      Untuk membuka daerah abdomen,potong otot-otot perut dari posterior ke anterior. Sepanjang garis median sampai sifisternum, pemotongan dilanjutkan kesamping, sepanjang diafragma. Kuaklah otot-otot abdomen sehingga organ-organ didalam ronggaabdomen tampak jelas.
6.      Sekarang  lakukanlah pembedahan bagian toraks. Potonglah rusuk-rusuk disebelah kiridan kanan sternum, kemudian pemotongan dilanjutkan kearah lateral. Bada bagian anterior diguntingsampai daerah ketiak, sedangkan  pada bagian posterior digunting menyusuri diafragma.

E.   Hasil Pengamatan
Adapun kalsifikasinya sebagai berikut:
·         Jenis kelamin : jantan
·         Kingdom   : Animalia
·         Filum         : Chordata
·         Subfilum   : Vertebrata
·         Class           : Mammalia
·         Ordo           : Rodentia
·         Famili        : Cavidae
·         Genus        : Cavia
·         Spesies      : Cavia Porcellus
1.      Ada berapa system organ yang dapat diamati pada praktikum ini ?
·         Ada 4 yaitu ekskresi, regulasi, pencernaan dan reproduksi
2.      Apakah system organ satu dengan system organ lainyasaling berhubungan?, sebutkan contohnya?
·         Ya, contohnya pada otgan reproduksidan ekskresi yaitu alat kelamindan ginjal. Ginjal terhubung kea lat kelamin melalui urete, jadi alat kelamin ini berfungsi untuk mengeluarkan urine dan juga keluarnya sel soerma (misal)
3.      Kerusakan pada satu organ akan merusak system organ yang  lain saling berkaitan? Jelaskan pernyataan tersebut dengan contoh?
·         Contohnya jika salah satu organ ekskresi tusak misalnya pada kerusakan di ginjal  maka urine yang akan dihasilkan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah urine yang normal.

F.   Pembahasan





kami melakukan pembedahan dan kami mengamati anatomi dalam dimulai dari system pernafasan Paru-paru berada dalam rongga dada, yang dapat dibesarkan atau disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung yang buntu disebut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru, sehingga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernafasan oleh kapiler-kapiler pada dinding alveolus.

Urutan jalannya pernafasan pada kelinci adalah :
1.      Nares eksterna (Lubang hidung luar)
2.      Cavum nasalis (rongga hidung)
3.      Nares internal (lubang hidung dalam)
4.      Pharink (tekak)
5.      Larynk (jakun)                         
6.      Trachea (tenggorok)
7.      Bronchus (cabang dari trachea)
8.      Bronchiolus (cabang dari brochus)
9.      Alveolus (kantong udara)

Selanjutnya kami mengamati system peredaran darah pada kelinci, sistem peredaran darahnya memiliki 3 komponen, yaitu berupa jantung, pembuluh dan darah. Karakteristik yang paling menonjol pada kelinci adalah percabangan lengkung aorta menjadi arteri innominator dan arteri subklavia kiri. Arteri innominator juga bercabang menjadi 3, yaitu arteri subklavia kanan, arteria karotis kanan, dan arteri karotis kiri. Rongga jantung pada kelinci terpisah secara sempurna oleh sekat membujur, menjadi rongga jantung kiri dan kanan. Rongga jantung kiri mengandung darah yang kaya dengan oksigen yaitu oksigen dari darah arteri. Rongga jantung yang berisi darah yang mengadung karbondioksida adalah vena. Masing-masing rongga tadi tersekat lagi menjadi serambi jantung dan bilik jantung yang saling berhubungan dengan katub atau kleb. Sistem peredaran darah pada kelinci merupakan sistem peredaran darah tertutup.

Pembuluh darah dibagi atas :
1.  Pembuluh nadi
2.  Pembuluh balik
3.  Pembuluh kapiler
4. pembuluh limpa
selanjutnya kami mengamati system pencernannya makanan pada kelinci terdiri dari saluran-saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, pharynk, esophagus, ventriculus, intestinum dan berakhir di anus. Rongga mulut pada kelinci dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang berupa langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan langit-langit lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam alveolus (lubang dalam rahang). Gigi pada kelinci berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan dan terdapat 24 buah gigi terdiri dari insisiis, premolar dan molare. Pharynk berfungsi untuk rongga dibelakang mulut yang merupakan persimpangan jalan makanan dari jalan respirasi. Oesophagus merupakan pipa musculus yang sempit yang menembus diafragma masuk ke dalam abdomen. Ventriculus merupakan kantong sebagai lanjutan dari oesophagus yang dapat dibedakan atas cardia, pylorus yang bersambung dengan deodenum dan fundus. Selain itu terdapat juga kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, menghasilkan saliva yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Kelenjar empedu dikeluarkan oleh hati, pankreas menghasilkan hormon insulin dan kelenjar pencernaan.
Lidah mempunyai papila perasa. Terdapat 4 pasang kelenjar ludah, yaitu parotid, infraorbital, submaxilari dan sublingual. Terdapat kandung empedu dengan saluran getah pankreas yang bermuara kedalam  duodenum. Sekum (caecum) bedar berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm dengan apendiks fermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari.
dan organ ekskresi yang kami amati pada kelinci yaitu berupa sepasang ginjal (unipapila) yang terletak didaerah lumbalis sebelah atas peritonium. Cairan urin akan keluar dari masing-masing ginjal ke bawah melalui pembuluh ureter dan ditampung sementara dalam vesika urinaria yang berkontraksi sehingga urin akan keluar melalui pembuluh uretra. Urin pada kelinci juga banyak mengandung kalsium karena pengaruh makanannya dan dapat berubah warnanya yang  dipengaruhi oleh makanannya.
Dan Fertilisasi pada kelinci terjadi secara internal. Testis terkandung dalam saku krotal.perkembangan embrio terjadi di dalam uterus. Plasenta kelinci terbentuk dari persatuan antara korion dan allantois. Lama kandungan (gestasi) 30 hari. Mungkin sampai ada 10 buah yang terjadi simultan.


Bab III
Penutup

A.  Kesimpulan
Dapat kami simpulkan dari hasil praktikum dan pembahasan diatas ialah :

Kelinci secara morfologi seluruh tubuhnya ditutupi oleh rambut, rambut merupakan salah satu ciri karakteristik dari kelas mamalia. Kelinci terdiri dari kepala (caput), leher (cervix), badan (truncus), anggota badan (extrimifas) dan ekor (cauda). Telinga luar (pina auricula) yang panjang. Kaki belakang pada kelinci ini jauh lebih panjang daripada kaki depan. Kaki belakang yang panjang dan kuat digunakan untuk melompat. Dan pada bagian belakang terdapat ekor, ekor pada kelinci pendek. Anus terdapat di bawah ekor dan lubang urogenital terdapat di sebelah anterior anus. Dan struktur anatomi pada kelinci terdiri atas organ trachea, jantung, paru-paru, hati, empedu, limfe, lambung, ginjal, usus besar, kloaka dan organ reproduksi.




Secara morfologi pada Kelinci ( Cavia porcellus ) terdiri atas :
a.       Caput
b.      Cervix
c.       Trunchus
d.      Extrimifas

Dan secara anatomi dalam Kelinci ( Cavia porcellus ) terdapat :
a.       Trachea
b.      Esophagus
c.       Paru-paru
d.      Empedu
e.       Lambung
f.       Pancreas
g.      Hepar
h.      Vesica urinaria
i.        Oviduk

B.  Kritik Dan Saran
Praktikum fisika dasar tentang pembedahan hewan  ini  menyenangkan dan menambah pengetahuan bagi kita akan tetapi dengan keterbatasan bahan yaitu kelinci membuat  anggota kelompok yang begitu banyak dan membuat kami sumpek atau ribet dalam melakukan praktikum. Dan juga pada praktikum ini menggunakan waktu yang efisien

C.  Daftar Pustaka
·         Djarubito Brotowidjoyo,Mukayat.1994.Zoologi Dasar.Jakarta:Erlangga
·         W.Kimball,john.1983.Biologi jilid 3.Jakarta:Erlangga.
·         Anonim.Kelinci.www.wikipedia.org.9 Mei 2010
·         Manson.2000.Kelinci.www.theo766hi.wordpress.com.9 Mei 2010.